Brebes, jurnalsidak.com 29 Maret 2026 – Kondisi banjir yang terus berulang di wilayah Ketanggungan, Kabupaten Brebes, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga menilai pemerintah daerah belum optimal dalam melakukan evaluasi sistem saluran air, khususnya yang bermuara ke Sungai Babakan.
Tokoh masyarakat Brebes, Mbah Anton, mengungkapkan bahwa persoalan banjir di Ketanggungan telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan yang tuntas. Ia menilai, sejak masa kepemimpinan hingga dua periode sebelumnya, belum ada langkah konkret yang mampu mengatasi persoalan tersebut.
“Setiap hujan turun, Ketanggungan selalu dilanda banjir. Bahkan sekarang kondisinya semakin parah dan mencekam,” ujarnya, Minggu (29/3).
Mbah Anton juga menekankan pentingnya peran Bupati Brebes saat ini, , untuk segera mengambil langkah strategis. Ia berharap adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat dalam menangani persoalan banjir yang dinilai sudah masuk kategori darurat.
Menurutnya, masyarakat Kecamatan Ketanggungan sangat merindukan kehadiran pemimpin yang mampu melakukan pemetaan dan evaluasi menyeluruh terhadap wilayah terdampak banjir, termasuk sistem drainase dan aliran sungai.
“Ini bukan sekadar banjir langganan. Tapi sudah menjadi masalah serius yang perlu penanganan cepat dan tepat,” tegasnya.
Warga berharap, aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga Ketanggungan tidak lagi dikenal sebagai wilayah rawan banjir, melainkan menjadi kawasan yang tertata dan bebas dari ancaman genangan air.
Red










