MBG ke SMPN 01 Tayu Bermasalah, Pihak Sekolah Tidak Mau Menerimanya

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI – baistnews.com SMPN 01 Tayu mengembalikan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tayu Kulon, Kabupaten Pati. Terlihat ratusan bingkis makanan kering yang dibungkus dengan bungkus biru dikembalikan oleh petugas MBG sekolah kepada pengantar.(27/02/26)

 

Saat dikonfirmasi, kepala sekolah Sri Wahyuni membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan, bahwa pihaknya tidak menolak program MBG yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Hanya saja, menu makanan yang disajikan diduga tidak sesuai dengan standar gizi.

“Bukan kami tolak, hari ini saya kembalikan sementara karena menurutnya kami tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan, kurang layak gizi, dan rasanya pun tidak enak, sehingga rawan basi apalagi dimakan saat buka puasa,” seperti beberapa hari sebelumnya yang kue sering basi saat akan dimakan utk buka,” papar Sri.

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa pengembalian ini bersifat sementara. Ke depan jika pihak SPPG sudah membenahi makanan yang disajikan, pihaknya bakal terbuka untuk menerima kembali program MBG.

“Kami sangat mendukung program Pak Presiden perihal MBG. Namun kami semua berharap MBG secara umum bener- bener yang profesional, berkualitas dan bermartabat karena MBG anggarannya besar,” tambahnya.

Disamping itu, pihaknya juga menyoroti menu MBG yang tidak sesuai dengan anggaran yang diberikan. Sehingga ini menjadi catatan penting dari sekolah selaku penerima kepada SPPG selaku yang memberikan MBG.

Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini. Melalui pemberian makanan bergizi, diharapkan anak-anak bisa belajar dengan lebih fokus, tumbuh dengan sehat, dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.

Namun ,praktek di lapangan Menu MBG dipercaya banyak tidak diterima oleh pihak sekolah ,salah satunya adalah kurangnya asupan Gizi. Diharapkan Pemerintah tidak tutup mata dalam hal ini, semoga selanjutnya dapat pengawasan khusus agar tercipta program yang berhasil.

Berita Terkait

Ketanggungan Darurat Banjir, Warga Soroti Minimnya Evaluasi Saluran Air ke Sungai Babakan
PERANG TERBUKA! Utomo vs Zana Memanas: Tuduhan Santet Hingga Bongkar Rahasia Diungkap Blak – blakan
KPK Buka Suara Atas Laporan MAKI ke Dewas, Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
Ribuan Massa Akan Kepung Polda Jatim, Tuntut Transparansi Kasus OTT Wartawan Mojokerto
Skandal “Papan Tulis Sultan” di Kota Tangerang: Dugaan Mark-Up Rp55 Miliar Menguap di Dinas Pendidikan?
LPK-RI Laporkan Dugaan Intimidasi di Kantor DPD Bali ke Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana, dan Denpom Bali
Nyawa ABK Ditawar Rp20 Juta, SPRIN: Ini Pelecehan terhadap Hukum Negara
Polres Kudus Bongkar Praktik Penyuntikan LPG 3 Kilogram di Wilayah Kaliwungu, Satu Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:48 WIB

Ketanggungan Darurat Banjir, Warga Soroti Minimnya Evaluasi Saluran Air ke Sungai Babakan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:11 WIB

PERANG TERBUKA! Utomo vs Zana Memanas: Tuduhan Santet Hingga Bongkar Rahasia Diungkap Blak – blakan

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:17 WIB

KPK Buka Suara Atas Laporan MAKI ke Dewas, Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:21 WIB

Skandal “Papan Tulis Sultan” di Kota Tangerang: Dugaan Mark-Up Rp55 Miliar Menguap di Dinas Pendidikan?

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:15 WIB

LPK-RI Laporkan Dugaan Intimidasi di Kantor DPD Bali ke Panglima TNI, Pangdam IX/Udayana, dan Denpom Bali

Berita Terbaru

Oplus_131072

Hukum & Kriminal

KPK Buka Suara Atas Laporan MAKI ke Dewas, Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut

Jumat, 27 Mar 2026 - 09:17 WIB