KUDUS – jurnalsidak.com Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Pemberdayaan organisasi Kemasyarakatan Kudus dengan Tema “Sinergi Ormas dan Pemerintah Daerah, Mewujudkan Pembangunan Berkesinambungan”.
Gelaran tersebut menghadirkan sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi mahasiswa, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Muria Kudus, UIN Sunan Kudus, Universitas Muhammadiyah Kudus, dan ITEKES Cendekia Utama Kudus. Acara berlangsung di Pendopo belakang, pada Jum’at, 6 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, bahwa peran mahasiswa sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan berharap memberi kritik konstruktif dan solutif. Selain itu juga bagaimana mahasiswa selalu berinovasi dan menjadi insprisi masyarakat. Karena suara yang disampaikan masyarakat itu menifestasi dari aspirasi dan harapan masyarakat
“Keberadaan mahasiswa sangat penting, karena akademisi memiliki kontribusi besar dalam mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat arah pembangunan daerah yang berkesinambungan,” katanya.
Lebih lanjut Bupati menambahkan, dengan dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan publik yang inklusif serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa agar dapat menyampaikan gagasan serta masukan bagi pembangunan Kabupaten Kudus,” imbuhnya.
Sam’ani juga menjelaskan, bahwa sinergi ini sangat diperlukan, terlebih di tengah tantangan pembangunan daerah, termasuk berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kolaborasi berbagai pihak dinilai menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
“Mahasiswa memiliki peran strategis untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus Andrias Wahyu Adi menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan organisasi kemasyarakatan yang bertujuan memperkuat komunikasi dan kerja sama antara Pemda Kudus dengan berbagai elemen masyarakat.
Forum ini menjadi wadah komunikasi interaktif untuk meningkatkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara mahasiswa dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.

Dalam dialog interaktif tersebut, menghadirkan Moderator Kondang Sururi Mujib. Ia mengungkapkan, bahwa forum pemberdayaan organisasi Kemasyarakatan Kudus, pada sore ini merupakan Sinergi mahasiswa dan Pemerintah Daerah, guna untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkesinambungan.
Agar suasana lebih hidup dan interaktif Sururi memberi gambaran awal, bahwa kegitan ini bertujuan memperkuat kolaborasi, mendorong mahasiswa sebagai mitra strategis dalam pembangunan, serta menampung aspirasi masyarakat untuk pembangunan Kudus yang lebih.
Bagaimana langkah konkrit peran para mahasiswa kedepan dalam pembangunan di Kabupaten Kudus.? Tentunya kritikan dan masukan yang bersifat Konstruktif dan solusi yang disertai dengan data dukung yang akurat demi untuk kemajuan pembangunan di Kudus.
Sehingga dalam forum tersebut terjadi dialog interaktif antar narasumber dengan sejumlah tamu undangan yang hadir.
Selain Bupati Kudus, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah dan akademisi. Materi yang disampaikan antara lain mengenai peran ormas sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan, kolaborasi dalam pelestarian lingkungan serta mitigasi bencana daerah, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah berharap dapat terbangun kemitraan yang berkelanjutan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.
“Kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang produktif, inovatif, dan berkarakter, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga kondisi Kudus tetap kondusif, guyub rukun, serta menjunjung tinggi nilai toleransi di tengah masyarakat,” harapnya.
Dalam acara penutupan Sururi menjelaskan, bahwa dalam forum pemberdayaan ini merupakan bagian dari upaya Kesbangpol Kudus dalam mengkoordinasikan para mahasiswa guna untuk mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan Kudus yang lebih baik.
“Sinergi Pemda Kudus dengan mahasiswa guna untuk menyelaraskan progam daerah dengan kebijakan pusat, serta efesiensi anggaran daerah,” tutup Sururi.
(Elm@n)










