KUDUS – jurnalsidak.com Gelombang penolakan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Tengah semakin masif dilontarkan berbagai pihak tak terkecuali para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) Kudus.

Koordinator ARB Kudus Arwani, SH., MH., mengatakan, bahwa ARB Kudus pada pertemuan kali ini mengundang puluhan aktivis yang ada di Kabupaten Kudus guna untuk menyikapi kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi yang menaikkan Pajak ditengah kondisi perekonomian sedang tidak menentu.
“Pada hari ini, kami mengundang 50 orang dari beberapa aktivis yang ada di Kudus. Pertemuan tersebut di Rumah makan Jam Steak Jl. Gondangmanis, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus,” kata Arwani pada Selasa pagi, 17 Februari 2026.
Pelopor aktivis Kudus ini menambahkan, bahwa kegiatan kali ini dalam rangka menyoroti kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 16,6 persen dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNPKB) sebesar 32 persen.
“Gerakan ini muncul dikarenakan kenaikan pajak yang dirasakan oleh masyarakat amat sangat memberatkan, terutama bagi pemilik kendaraan roda empat. Karena selisih nominalnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah,” ujarnya.

Dirinya mengajak kawan-kawan para aktivis Kudus yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) Kudus untuk berani menyuarakan dan bersikap tegas akan kebijakan yang dirasa cukup berat bagi masyarakat Jawa Tengah.
“Seyogyanya Pemprov Jateng dalam mengambil keputusan kenaikkan pajak pada tahun ini, harus peka akan kondisi ekonomi masyarakat Jawa Tengah,” terangnya.
Namun ketika kenaikan pajak mencapai 50 persen atau bahkan 100 persen bisa memercik kemarahan masyarakat se-Jawa Tengah.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah harus konsekuen, ketika masyarakat membayar pajak harus dikembalikan ke rakyat dengan membangun jalan dan transportasi umum, itu misal tidak dikorupsi,” jelasnya.
Terkait Pemprov Jateng yang sudah enggan melakukan progam pemutihan pajak, Arwani menyayangkan kenaikan pajak tersebut. Hal tersebut kadangkala membuat orang malas bayar pajak, karena menunggu pemutihan. Ingat.!! ada orang mau membayar pajak tapi tidak punya uang karena tekanan ekonomi.
Kata kunci ARB Kudus dalam rangkuman pembahasan pada Selasa (17/2/2026) adalah :
1. Saat rakyat bingung dan kesulitan mencari duit – Para koruptor malah bantalan duit
2. Wahai Para Penguasa rakyatmu menderita kau naikkan pajak menggila
“Mari kita Pekikkan Kata “Lawan atau Mati Kelaparan,” pungkasnya.
(Elm@n)










